Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Mei 2014

Uji Keperawanan Di Candi Sukuh Gunung Lawu

(gapura raksasa menggigit ekor ular), yang merujuk pula tahun 1359 Saka atau 1437 Masehi.

Saat wisatawan menaiki anak tangga dalam lorong gapura, akan disuguhi relief yang sangat vulgar terpahat di lantai. Relief ini menggambarkan phallus yang berhadapan dengan vagina. Inilah yang kemudian menjadi trademark dari popularitas Candi Sukuh.



View the Original article
[SELENGKAPNYA]

Rabu, 23 April 2014

Misteri Gunung Kelud


Sementara itu, terkait den­gan ritual sesaji yang digelar masyarakat lereng Gunung Kelud pada 2007 silam, tat­kala ritual digelar, sesepuh Mbah Ronggo dalam ritualnya mendapati wangsit gaib. Yaitu berupa pesan terjadinya pertan­da besar menyoal keberadaan Gunung Kelud yang terletak 40 kilometer dari kota Kediri yang memiliki keunikan di pun­caknya, yakni berbentuk strato dengan danau kawah di ten­gahnya walaupun danau kawah itu saat ini telah berubah bentuk menjadi kubah lava. Wangsit tersebut mengatakan, “Le, sing ati-ati arep liwat Danyang Gu­nung Kelud,” tutur Mbah Rong­go mengenai pesan gaib yang merupakan pesan jika Gunung Kelud akan meletus.

Terbukti, tahun 2007 Gu­nung Kelud meletus dengan letusan terakhir bersifat efusif (mengalirkan material), berbeda dari latusan sebelumnya yang bersifat eksplosit (menyemburkan material). Akibat letusan terakhir, da­nau kawah Gunung Kelud yang berwarna hijau berubah menjadi kubah lava yang mengalirkan material berwarna hitam dari dalam perut gunung. Keting­gian kubah saat ini mencapai 250 meter dengan lebar sekitar 400 meter.

Sepanjang sejarahnya, gu­nung ini tercatat mengalami 29 kali letusan, baik eksplosif maupun efusif, mulai tahun 1000 sampai tahun 2007. Erupsi eksplosifnya mampu menghan­curkan ratusan desa di seki­tarnya, termasuk ribuan hektare lahan pertanian dan menewas­kan ribuan warga. Sebagai gam­baran, lima letusan terakhirnya saja memakan korban 5.400 jiwa.

Berdasarkan pengamatan le­tusan selama tiga abad berturut-turut, waktu istirahat terpanjang aktivitas dalam perut Gunung Kelud adalah 65-76 tahun, teta­pi pernah pula hanya tiga tahun. Sejak letusan tahun 1901, wak­tu istirahat gunung itu menjadi lebih singkat, yaitu 15-31 tahun, bahkan pernah mencapai masa paling singkat, yaitu satu tahun.
Penunggu kawah Gunung Kelud


View the Original article
[SELENGKAPNYA]
 

Jadikan setiap hal yang terjadi disekitarmu menjadi suatu hal yang menarik untuk di ceritakan