Selasa, 05 Januari 2010

Musuh Mikro Kita yang Mengerikan

Musuh mikro kita, sebaliknya, adalah mikroorganisme, yang bukan bagian dari tubuh kita, tetapi kadang memasuki tubuh kita, dan akhirnya merangsang pasukan pertahanan di dalamnya.

Tidak setiap sel asing yang memasuki tubuh diperlakukan sebagai musuh. Bahan asing selalu memasuki tubuh kita ketika kita makan, minum, atau minum obat. Namun tubuh tidak memeranginya. Supaya sel-sel pertahanan menganggap suatu senyawa asing sebagai musuh, ada kondisi tertentu yang dipertimbangkan, seperti ukuran molekul, laju eliminasinya dari tubuh, dan cara masuknya ke dalam tubuh.

Bakteri

Di antara begitu banyak musuh mikro, bakteri paling ternama. Bakteri, yang memasuki tubuh dalam banyak cara, mengobarkan perang sengit dalam tubuh. Perang ini, yang terkadang berakhir dengan penyakit yang sangat parah, secara eksplisit menyingkapkan kekuatan dan kemampuan tersembunyi pada suatu organisme yang ukurannya hanya beberapa mikron (satu mikron sama dengan seperseribu milimeter). Penelitian terbaru menunjukkan bahwa bakteri memiliki daya tahan luar biasa bahkan terhadap kondisi yang paling parah dan sulit. Bakteri yang dalam keadaan sebagai spora tahan terhadap suhu sangat tinggi dan kemarau untuk waktu yang lama. Inilah sebabnya sukar untuk memusnahkan mikroba tertentu.

Gambar bakteri di ujung jarum, sudah diperbesar.

Virus

Tubuh manusia mirip intan yang sangat tinggi nilainya. Intan itu disimpan dalam brankas, mendapatkan perawatan dan perlindungan paling intensif. Sebagian organisme yang berusaha menyerang tubuh layaknya pencuri kelas kakap. Salah satu penjahat paling terkenal dan paling penting adalah virus. Organisme ini, yang keberadaannya baru kita sadari setelah ditemukannya mikroskop elektron, adalah suatu struktur yang terlalu sederhana dan terlalu kecil untuk bisa dianggap sebagai satu sel. Virus, yang ukurannya bervariasi antara 0,1 sampai 0,280 mikron, karenanya tidak digolongkan sebagai makhluk hidup

Suatu virus yang sedang memodifikasi strukturnya supaya tidak dikenali oleh sistem kekebalan. (Rhinovirus 14)

Meskipun tidak masuk kategori makhluk hidup, tak ayal virus memiliki kemampuan khusus sebagaimana makhluk hidup lainnya. Pengamatan saksama terhadap kehidupan virus akan membuat kenyataan ini lebih jelas. Virus adalah parasit yang selalu bergantung pada makhluk hidup. Artinya, ia tidak akan bertahan hidup kalau tidak berdiam pada sel tanaman, binatang, atau manusia, dan mengonsumsi makanan dan energinya. Virus tidak memiliki sistem yang akan memungkinkan mereka untuk hidup sendiri. Seakan-akan mengetahui hal ini, mereka dengan lihai menelusup ke dalam sel, dan setelah menduduki sel itu, dengan kelihaian yang sama mengubah sel tersebut menjadi "pabrik pembuatan virus" yang menghasilkan kembarannya.

Rencana yang dikembangkan oleh virus ini untuk menduduki sel luar biasa canggih dan cerdasnya. Pertama-tama, si virus harus menakar apakah sel itu tepat untuk dirinya atau tidak. Ia harus sangat berhati-hati dan cermat dalam memutuskan ini, karena sedikit saja kesalahan dapat menyebabkan kematiannya. Untuk menghindari hal itu, ia menggunakan reseptor khususnya untuk memastikan apakah sel itu memadai atau tidak. Hal penting berikutnya adalah berhati-hati menempatkan diri di dalam sel tersebut. Sang virus membingungkan sel dengan taktik yang digunakannya dan menghindari jangan sampai terdeteksi.

Beginilah peristiwa itu terjadi: Sel mengangkut DNA baru virus itu ke dalam nukleusnya. Karena mengira ia memproduksi protein, sel mulai menggandakan DNA baru ini. DNA virus menyamarkan dirinya sedemikian rupa sehingga sel secara tidak sengaja menjadi pabrik pembuatan musuhnya sendiri dan memproduksi sang virus yang pada akhirnya akan menghancurkannya. Memang sukar bagi sel untuk mengenali susunan-turunan sebagaimana pada penyerang.

Virus menempatkan dirinya di dalam sel sedemikian baiknya sehingga ia hampir menjadi bagian darinya. Setelah proses penggandaan selesai, sang virus dan virus baru lainnya meninggalkan sel untuk memulai proses yang sama pada sel lain. Selama proses itu, bergantung pada jenis virus dan selnya, sang virus bisa membunuh sel tuan rumah, merusaknya, mengubahnya, atau tidak berakibat apa-apa.

Pertanyaan tentang bagaimana sang sel, yang beroperasi di bawah mekanisme kontrol yang dipantau dengan sangat ketat, bisa tertipu sehingga menjadi pabrik virus masih belum terjawab. Sangat mengherankan bahwa virus, yang mempunyai struktur sangat terspesialisasi, tetapi tidak dimasukkan sebagai makhluk hidup, bisa bertindak dengan demikian cerdas, berpikir, dan merencanakan strategi yang efektif. Rahasia dari fenomena ini terletak pada adanya Sang Pencipta, yang menciptakan organisme ini dilengkapi dengan kemampuan yang ia miliki.

Ciri khas virus secara sempurna dirancang untuk memungkinkannya menggunakan sistem yang berjalan di dalam sel. Jelaslah bahwa kekuatan yang menciptakan sang virus juga sangat mengetahui prinsip kerja yang sangat rumit di dalam sel. Kekuatan ini adalah kekuatan Allah, yang menciptakan virus dan sel yang ia tempati, sebagaimana Dia menciptakan seluruh jagat raya.

Dengan struktur yang amat kecil, virus bisa memicu dan terkadang bahkan bisa menyebabkan kematian pada tubuh manusia, yang jutaan kali lebih besar daripada ukurannya sendiri. Ia diciptakan khusus oleh Allah untuk mengingatkan manusia akan kelemahannya.

Referensi :

[http://en.wikipedia.org][http://harunyahya.com]

1 komentar:

Anonim mengatakan...

eren pisan... ^^

Poskan Komentar

 

Jadikan setiap hal yang terjadi disekitarmu menjadi suatu hal yang menarik untuk di ceritakan